http://www.nurulilmi.org/download-mp3-murottal-al-quran-gratis-syaikh-abdurrahman-sudais/
Di Australia ada seorang guru pernah berkata
“Kami sama sekali tidak khawatir apabila anak anak kami di
sekolah dasar tidak pandai dalam mata pelajaran Matematika” kami ini
sangat atau lebih khawatir apabila mereka sangat tidak pandai dalam
mengantri.”
“ kenapa kok bisa begitu ?” Mungkin kita heran , karena terjadi
sebaliknya dengan yang terjadi di negara kita.
Inil adalah jawabanya;
1. untuk bisa
Matematika, kita hanya perlu melatih anak selama 3 bulan saja secara
intensif , sementara itu kita perlu hingga 12 Tahun atau lebih
untuk melatih anak bisa mengantri dan ingat selalu pelajaran
yang sangat berharga terhadap proses mengantri.
2. Kedepannya Tidak semua anak akan berprofesi dengan
menggunakan matematika kecuali TAMBAH, KALI, KURANG DAN BAGI. mereka ada
anak yang menjadi Penari, Musis ,
Penyanyi, Pelukis Atlet Olimpiade dan sebagainya.
3. Biasanya hanya terdapat sebagian kecil dari murid-murid yang
ada dalam satu kelas yangbesok akan memilih profesi di bidang tertentu dan itu
yang berhubungan dengan Matematika. Sementara itu SEMUA MURID DALAM SATU KELAS
pasti dan pasti akan membutuhkan yang namanya Etika Moral dan sesuatu
yang Berharga dari budaya mengantri di sepanjang hidup mereka kelak.
”Memangnya apakah ada pelajaran yang berharga dibalik kebiasaan MENGANTRI
?”
”Oh tentu banyak sekali pelajaran yang sangat berharga;” jawab guru dari Australia itu.
·
Pertama Anak akan belajar tentang manajemen waktu , jika dia
ingin mengantri paling depan, maka harus
datang lebih awal dan juga persiapan lebih awal pula.
·
Kedua Anak akan belajar bersabar untuk menunggu gilirannya apalagi
jika dia di urutan paling belakang.
·
Ketiga Anak akan belajar untuk menghormati hak orang lain, yaitu
orang yang datang lebih awal darinya
sehingga dapat giliran lebih awal dan belajar tidak saling serobot merasa dirinya
penting..
·
Keempat Anak akan belajar untuk berdisiplin dan tidak akan menyerobot
hak orang lain.
·
Kelima Anak akan belajar kreatif untuk memikirkan kegiatan apa
yang dapat dilakukan untuk MENGURANGI KEBOSANAN pada waktu mengantri. (di
Jepang orang akan membaca buku disaat mengantri)
·
Keenam Anak akan BELAJAR UNTUK BERSOSIALISASI saling menyapa dan
mengobrol bersama orang lain di antrian.
·
Ketujuh Anak akan BELAJAR TABAH dan sabar untuk menjalani proses
dalam rangka mencapai tujuannya.
·
Kedelapan Anak akan belajar
hukum sebab akibat, bahwa jika dia datangnya
terlambat, maka harus menerima konsekuensinya yaitu mendapat antrian di belakang.
·
Kesembilan Anak akan belajar
disiplin, teratur dan kerapihan.
·
Kesepuluh Anak akan belajar memiliki PERASAAN MALU, jika dia
MENYEROBOT ANTRIAN dan apa yang menjadi HAK ORANG LAIN.
·
Kesebelas Anak akan belajar
untuk jujur pada diri sendiri dan jujur kepada orang lain
dan mungkin masih ada banyak lagi pelajaran yang berharga
lainnya, silahkan anda dapat menambahkan dan temukan sendiri sisanya.
Suatu kebalikan dari cerita di atas ,Juga dari cerita teman , saat satu ketika mengajak anak mereka berkunjung ke arena bermain anak Kids Zania di
Jakarta.
Apa yang di perlihatkan oleh para orang tua kepada anaknya, dalam mengantri
sungguh sangat memprihatinkan.
1. Orang tua yang memaksa anaknya agar ”menyusup” ke dalam antrian di depan dan mengambil hak dari anak
lain yang telah lebih dahulu mengantri . Dan dia berkata ”Sudahlah cuekin saja, berpura-pura tidak tahu saja !!”
2. Ada juga orang tua memarahi anaknya karena anaknya tidak mau
menyerobot antrian.
3. Ada juga orang tua yang menggunakan berbagai taktik dan
alasan biar anaknya di perbolehkan masuk ke dalam antrian di depan, dengan
alasan anaknya masih kecil, rumahnya yang jauh jadi harus segera pulang, dsb.
4. Ada juga orang tua yang marah-marah karena dia di tegur sebab
anaknya sudah menyerobot antrian, dan malah menyalahkan orang tua yang telah menegurnya.
5. dan ada berbagai macam kasus yang lainnya yang mungkin pernah
anda alami juga.?
Ah sayang sekali ya.... padahal disana juga banyak pengunjung
orang Asing entah apa yang ada di kepala mereka melihat kejadian semacam ini?
Ah jika saja orang tua kita, guru kita, dan Kementerian
Pendidikan kita berfikir sampai disitu. Tapi mereka masih saja meributkan anak dan
muridnya tentang Ca Lis Tung (Baca Tulis Hitung), mengikutkan Les Matematika
dan sejenisnya. Padahal disebuah negara maju saja telah berpikiran bahwa mengajarkan dan pelajaran MORAL terhadap anak jauh lebih penting dari hanya mengajarkan anak untuk pandai matematika atau berhitung.
Mungkin hal itu yang menyebabkan pada negeri ini menjadi semakin
jauh saja dari praktek-praktek hidup agar beretika dan bermoral. ?
Semoga semua ini menjadi pelajaran yang berharga bagi semua orang tua juga dan semua pendidik di tanah air tercinta ini.
Agar cepat menyadari bahwa budaya mengantri
adalah pelajaran yang sederhana dan banyak mengandung pelajaran hidup untuk
anak dan seyogyanya di latih sejak dini agar menjadi kebiasaan pada setiap anak
Indonesia.
Mari kita ajarkan anak
kita untuk mengantri, dan untuk Indonesia yang menjadi lebih baik,
Mari kita awali dari keluarga kita dahulu, ... mau ?
Mari berlatih mengantri.
"artikel yg menarik gan ,,sedikit tips agar mengantri menjadi lebih rapi maka bisa menggunakan tiang antrian tiang antrian ,,kami juga bisa sewa tiang antrian
ReplyDelete"